test4

Pada hari Rabu Tanggal 13 Februari 2013, Indonesia Center for Sustainable Development (ICSD), diundang oleh PANSUS CSR Komisi VIII DPR RIdalam acara rapat dengar pendapat (RDP) untuk membicarakan tentang pelaksanaan CSR di Indonesia. Dalam RDP tersebut diundang pula PKPU dan CFCD. 
 
Terkait pelaksanan RDP tersebut terdapat poin-poin penting yang dibicarakan antara lain :
  1. Masih beragamnya pemahaman mengenai konsep CSR di Indonesia, dimana diantara satu kementrian dengan kementrian lain maupun antara satu perusahaan dengan perusahaan lain memiliki pemahaman yang berbeda.
  2. Pelaksanaan corporate social responsibility (CSR) di Indonesia belum berjalan dengan baik dikarenakan masih kurangnya pemahaman perusahaan dan pemerintah tentang konsep dari CSR. Hal ini mengakibatkan perusahaan melakukan kegiatan CSR sesuai dengan pemahaman masing-masing yang membuat program CSR menjadi beranekaragam. Banyak perusahaan kemudian melaksanakan CSR sesuai dengan fokus dan sumber daya yang ada. Kemudian berkembanglah kerancuan atau sesat pikir tentang CSR. Misalnya penyamaan konsep CSR dengan Community Development (Pengembangan Masyarakat) atau CSR dengan kegiatanPhilantrophy (charity –> bagi-bagi uang).
  3. Kurangnya kerjasama antara pemerintah, perusahaan, dan semua stakeholder baik itu LSM, NGO, maupun universitas dalam melaksanakan kegiatan CSR sehingga tidak terjadi penyimpangan dana dan program CSR dapat tepat sasaran.
  4. Banyaknya program CSR yang tidak tepat sasaran dan belum bisa mengatasi kemiskinan di sekitar perusahaan.
  5. Belum adanya besaran dana atau persentase terkait program CSR yang harus dikeluarkan oleh perusahaan swasta
Beberapa rekomendasi yang muncul dari RDP tersebut antara lain:
  1. Perlunya dilakukan sosialisasi terkait konsep CSR kepada pemerintah maupun perusahaan
  2. Perlunya dibuat satu payung hukum yang khusus mengatur tentang pelaksanaan CSR di Indonesia sehingga tidak menimbulkan kerancuan dan kebingungan bagi kalangan bisnis karena saat ini banyak peraturan yang mengatur tentang CSR.
  3. CSR sebaiknya jangan dijadikan kewajiban bagi perusahaan akan tetapi dijadikan suatu kebutuhan perusahaan
  4. Perlunya memasukkan dana CSR kedalam modal usaha perusahaan, sehingga perusahaan dapat menjalankan program CSRnya sejak awal perusahaan tersebut beroperasi. Seperti perusahaan ekstraktif yang harus melakukan kegiatan CSR sejak perusahaan tersebut melakukan kegiatan eksplorasi. Hal ini dikarenakan apabila dana CSR diambil dari keuntungan perusahaan maka apabila perusahaan tersebut rugi maka perusahaan tersebut tidak masalah apabila tidak melakukan program CSR sedangkan perusahaan tersebut sudah mengambil sumberdaya milik masyarakat setempat.
  5. Perlunya kerjasama antara pemerintah, perusahaan dan seluruh stakeholder dalam melakukan kegiatan CSR.
  6. Perlunya perusahaan melakukan pemetaan social untuk melihat karakteristik, kebutuhan dan masalah yang dihadapi oleh masyarakat sasaran sehingga program CSR dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 

 

BT Content Slider

Training ICSD 2014

29-30 Maret 2017

21 May 2013

Tema        : ENGAGING STAKEHOLDER : A STRATEGY FOR STAKEHOLDERS ENGAGEMENT Waktu      : 29 - 30 Maret 2017 Tempat    : Hotel Ambhara, Jalan Iskandarsyah Raya No. 1, Jakarta Selatan.

Environmental Leadership

Copyright © 2019 ICSD. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU General Public License.