Titik Awal Penyelamatan Situs Percandian Muaro Jambi

Tema Titik Awal Penyelamatan Situs Percandian Muaro Jambi
Waktu Kamis, 9 Februari 2012
Tempat Sekretariat ICSD
Pembicara Prof. Mundardjito, Junus Satrio Atmodjo, dll

Keterangan:

Hari Kamis, 9 Februari 2012 yang lalu menjadi hari penting bagi usaha penyelamatan Situs Kuno Percandian Muaro Jambi. Kerjasama antara Indonesia Center for Sustainable Development (ICSD) dan Perhimpunan Pelestarian Muarojambi (PPMJ) telah berhasil mengumpulkan banyak pihak di Kantor ICSD, Mampang, dalam satu pertemuan yang bertajuk “Save Candi Muaro Jambi”, yang diisi dengan diskusi, konferensi pers dan penyampaian petisi penyelamatan Candi Muaro Jambi.

Pertemuan ini mengangkat analisis dari beberapa pakar dalam melihat keberadaan dan ancaman terhadap situs muaro jambi. Mereka adalah Bapak Junus Satrio Atmodjo (Ketua Ikatan Arkeologi Indonesia, Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Prof. Mundardjito (Arkeolog senior, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya UI), dan tokoh masyarakat Jambi. Diskusi antara para pakar, aktifis dan masyarakat peduli Candi Muaro Jambi, serta sejumlah wartawan nasional dan internasional, berlangsung konstruktif dengan dipandu langsung oleh Direktur Eksekutif ICSD, Adi Prasetijo.

Adapun hasil dari pertemuan adalah disampaikannya surat terbuka/petisi di depan pers yang juga ditujukan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Gubernur Profinsi Jambi dan Bupati Kabupaten Muaro Jambi atas keprihatinan bersama ini. Poin penting dari petisi tersebut adalah menghentikan seluruh aktifitas yang mengancam keberadaan situs muaro jambi serta secepatnya mengukuhkan Kawasan Percandian Muaro Jambi sebagai kawasan Cagar Budaya Nasional dibawah payung hukum Undang-Undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010. Petisi ini ditanda tangani oleh lebih dari 50 orang peduli candi muaro jambi yang berasal dari berbagai latar belakang, seperti budayawan, akademisi, aktifis lingkungan, budaya dan arkeologi, jurnalis, artis dan seniman.

Kawasan Situs Percandian Muaro Jambi merupakan salah satu peninggalan sejarah dan kebudayaan terpenting di Nusantara. Dari aspek keagamaan, Muarajambi pernah menjadi salah satu penyebaran ajaran Buddha di Asia bersama Jawa, Tibet, Thailand, dan Kamboja. Bahkan dipercaya, lokasi ini pernah berperan sebagai pusat pendidikan agama Buddha setelah Nalanda di India. Dunia mengakui bahwa nilai-nilai dan pemikiran Budhisme yang disusun oleh Dharmakirti, sebagai pendeta besar dari Sumatera yang sangat dikagumi, menjadi pembaharu Budhisme di Tibet yang dikenal sebagai ajaran Sherling Pa (ajaran orang Suwarnadwipa/ Sumatera/ Jambi).

Dari sisi kepurbakalaan, habitasi selama hampir 700 tahun kawasan ini membuktikan pula bahwa Muarajambi pada masa itu menjadi kekuatan politik yang kuat di Asia Tenggara, selain peran ekonominya di kawasan ini dalam konteks dunia sebagai salah satu bandar persinggahan dalam jalur maritime silk road. Bangsa-bangsa dari Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Asia Timur pernah tinggal dan melakukan hubungan perdagangan maupun diplomatik di sini.

Di kawasan Percandian Muarjambi yang memiliki luas 2.612 hektar ini, telah ditemukan sedikitnya 82 bangunan kuno yang terbuat dari struktur bata, yang kesemuanya memproyeksikan kita pada kemegahan masa lampau tersebut. Di antara gugusan bangunan candi tersebut adalah Candi Gumpung, Candi Tinggi I, Candi Tinggi II, Candi Kembar Batu, Candi Astano, Candi Gedong I dan Gedong II, serta Candi Kedaton.

Meskipun sudah ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai kawasan wisata sejarah terpadu dan termasuk tentative list Unesco world heritage, namun fakta lapangan menunjukkan kecenderungan yang bertolak belakang. Situs kuno ini kini rusak oleh sejumlah pabrik pengolahan minyak kelapa sawit (CPO), terminal penimbunan batubara (stockpile), industri baja, perkebunan sawit dan industri hulu lainnya.

 

BT Content Slider

Training ICSD 2014

29-30 Maret 2017

21 May 2013

Tema        : ENGAGING STAKEHOLDER : A STRATEGY FOR STAKEHOLDERS ENGAGEMENT Waktu      : 29 - 30 Maret 2017 Tempat    : Hotel Ambhara, Jalan Iskandarsyah Raya No. 1, Jakarta Selatan.

Environmental Leadership

Copyright © 2019 ICSD. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU General Public License.